Judul : Sepatu Dahlan
ISBN : 978-602-9498-24-0
Penulis : Khrisna Pabichara
Penerbit : Noura books ( PT Mizan
Publika )
Ketebalan Buku
: 392 hlm
Panjang
: 21 cm
Sumber: (http://www.gentaandalas.com/resensi-novel-sepatu-dahlan)
Tahun Terbit
: Mei 2012
Dalam setiap
buku , novel dan lainnya terdapat resensi yang berisi tentang keunggulan dan
kelemahan suatu buku. Adapun resensi novel “Sepatu Dahlan” yaitu :
Karir Khrisna
Pabichara sebagai penulis telah banyak melahirkan kumpulan cerita pendek,
mengawini ibu: Senarai kisah yang menggetarkan (Kayla pustaka, 2010). Dan novel
sepatu dahlan adalah buku ke-14 yang dianggitnya. Selain menulis Khrisna Pabichara
juga bekerja sebagai penyunting lepas dan aktif dalam berbagai kegiatan
literasi. Dia bisa disapa dan diajak berbincang berbagai hal, terutama
pernak-pernik #bahasaindonesia, lewat akun twitter-nya: @1bichara.
Novel sepatu
dahlan ini merupakan novel new release yang mendapat sambutan yang sangat baik
dari masyarakat. Ddengan begitu novel sepatu dahlan ini menjadi novel best
seller di gramedia seluruh Indonesia.
Alur cerita
Sepatu Dahlan cukup sederhana. Dahlan Iskan< remaja kebon dalem . Sebuah kampong
kecil dengan enam buah rumah atau sebut saja gubuk, yang letaknya saling
berjauhan. Jika berjalan seratus atau dua ratus langkah ke arah timur, sungai
kanal segera terlihat. Di sepanjang sungai itu banyak pepohonan yang
besar-besar, seperti trembesi, angsana, jawi dan jati. Di sebelah barat dan
selatan hanya ada tebu. Ya, lading-ladang tebu terhampar sejauh mata memandang.
Ada juga beberapa petak sawah yang ditanami padi atau jagung, tetapi tak
seberapa dibanding tebu-tebu yang tingginya kini sudah nyaris dua
setengah meter.
Disanalah, di lading-ladang tebu itu, aku mengais rezeki. Dan dari sanalah
kehidupan Dahlan Iskan berlangsung.
Cerita ini
diawali dengan keadaan yang kritis karena ia terkena penyakit liver akut. Pada
saat di bius beliau bermimpi akan masa lalunya. Dahlan Iskan merupakan anak
kecil yang bersekolah di sekolah rakyat takeran bersama teman[teman dekatnya
Arif, Imran, Komaryah, Maryati, kadir. Ketika duduk di sekolah rakyat Dahlan
tidak pernah merasakn bagaimana rasanya menggunkan sepatu. Ia berangkat ke
sekolah dengan tidak menggunakan alas apapun, padahal Dahlan harus berjalan
berkilo-kilo meter untuk sampai ke sekolahnya. Tapi Dahlan tidak pernah
mengeluh akan keadaan yang dialaminya.
Ketika
ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinngi dahlan memohon
kepada bapaknya untuk berekolah di sekolah yang di inginkannya, yaitu SMP 1
Magetan. Tapi karena tidak ada uang akhirnya dahlan melanjutkan ke tsanawiyah
Takeran.
Dalam novel ini
terdapat beberapa masalah yang ckup rumit untyuk di jalani seorang anak remaja.
Dari mulai di tinggal pergi oleh ibunya, tidak dapat membeli makanan untuk
makanan sehari-hari dan terpaksa mencuri tebu. Masalah-masalah it uterus datang
menghampirinya.
Dahlan mempunyai
mimpi untukmemiliki sepatu dan sepeda agar mempermudahnya untuk pergi
kemana-mana. Impiannya itu dia dapatkan ketika satu per satu prestasi yang
dapat ia dapatkan. Dia mendapat kesempatan untuk mengajar voli kepada anak-anak
juragan kaya. Dan penghasilan darisana a gunakan untuk membeli sepatu dan
sepeda. Sampai akhirnya ia tumbuh dewasa dan jatuh cinta kepada Aisha anak
sorang mandor di kampungnya.
Pada segi lain,
novel ini berhasil melontarkan sesuatu yang patut direnugnkan oleh pembacanya.
Di samping itu, ceritanya cukup enak untuk dinikmati. Tanpa banyak tutur,
Dahlan iskan berhasil melukiskan adegan demi adegan dengan gaya ceritanya yang
lembut.
Setting ceitanya
sendiri memang kehidupan di kampong maka tidak mengherankan apabila sering
muncul gurauan-gurauan dan humor versi anak-anak
kampung kebon dalem.
Novel “Sepatu Dahlan” ini telah dikerjakan dengan
keterampilan teknik bercerita, dengan gaya bahasanya yang lembut, serta dengan
perasaan halus seorang lelaki.
Pada akhirnya disebutkan bahwa apabila kita menjalani
kemiskinan dengan benar, kita akan mendapatkan pelajaran yang sangat berhargaSumber: (http://www.gentaandalas.com/resensi-novel-sepatu-dahlan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar